Nawasena, 7 Mei 2026 — Sejumlah sekolah di Kota Nawasena mulai menerapkan program kelas digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Program ini menghadirkan perangkat pembelajaran interaktif, materi digital, serta sistem evaluasi berbasis teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Nawasena, Mira Lestari, mengatakan bahwa kelas digital dirancang untuk membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami siswa.
“Anak-anak saat ini sangat dekat dengan teknologi. Karena itu, sekolah juga perlu beradaptasi agar metode pembelajaran tidak tertinggal,” ujar Mira dalam keterangannya, Kamis.
Pada tahap awal, program ini diterapkan di 12 sekolah dasar dan 8 sekolah menengah pertama. Setiap ruang kelas dilengkapi layar interaktif, akses internet, serta perangkat pendukung untuk guru.
Menurut Mira, penggunaan teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru, melainkan membantu guru menyampaikan materi dengan cara yang lebih visual dan praktis.
“Guru tetap menjadi pusat pembelajaran. Teknologi hanya menjadi alat bantu agar materi bisa disampaikan dengan lebih efektif,” katanya.
Salah satu guru di SMP Negeri 4 Nawasena, Andi Prakoso, mengaku siswa terlihat lebih antusias sejak kelas digital mulai digunakan. Ia menyebut materi seperti sains dan sejarah menjadi lebih mudah dijelaskan melalui gambar, video, dan simulasi.
“Biasanya siswa cepat bosan kalau hanya membaca buku. Sekarang mereka bisa melihat ilustrasi langsung, jadi lebih aktif bertanya,” ujar Andi.
Beberapa orang tua juga menyambut baik program ini. Namun, mereka berharap pemerintah tetap memperhatikan pemerataan fasilitas agar seluruh sekolah mendapatkan akses yang sama.
Pemerintah Kota Nawasena menargetkan program kelas digital dapat diperluas ke seluruh sekolah negeri dalam dua tahun ke depan. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk melihat dampaknya terhadap minat belajar, kehadiran siswa, dan hasil akademik.

